Tiga indikator dapat
digunakan untuk melihat mutu pendidikan kita apakah meningkat atau menurun.
Pertama, membandingkan
kondisi keadaan pendidikan kita selama 50 tahun terakhir. Materi ujian
berhitung atau matematika murid SD pada tahun 1950-an begitu tinggi tingkat
kesulitannya dibandingkan dengan materi tahun 2000. Perbandingan ini
menunjukkan terjadinya degradasi mutu pendidikan di Indonesia.
Kedua, membandingkan
mutu pendidikan kita dengan negara tetangga. Untuk itu, pada tahun 2002 bahan
ujian Ebtanas kita bandingkan dengan ujian akhir sekolah-sekolah di Singapura,
Malaysia, dan Filipina, tiga negara yang dapat dimengerti materi ujian
nasionalnya karena menggunakan bahasa Inggris dan Melayu.
Materi ujian nasional
mereka ternyata sangat mencengangkan—jauh di atas tingkat kesulitan ujian
kita—yang sekaligus menggambarkan kualitas pendidikan di ketiga negara
tersebut.
Misalnya, ujian Bahasa
Inggris dan Matematika sekolah dasar di Malaysia ternyata hampir sama dengan
materi ujian SMP di Indonesia. Hal itu berarti Indonesia ketinggalan tiga tahun
dibandingkan dengan Malaysia. Ketiga negara ini, sebagaimana diketahui, juga
menggelar ujian nasional. Singapura bahkan melakukan ujian internasional
bekerja sama dengan Universitas Cambridge.
Ketiga, kita
bandingkan pula mutu lulusan setiap daerah dengan melihat tingkat kelulusan tes
masuk ke universitas terbaik di Indonesia, seperti UI, ITB, IPB, dan UGM.
Ternyata, tidak banyak lulusan SMA daerah yang lulus.
Pada era ujian
sekolah, tingkat kelulusan tiap sekolah hampir mencapai 100 persen. Akibatnya,
timbul pemikiran, "Buat apa belajar, toh belajar dan tidak belajar sama
saja. Semua juga akan diluluskan." Itulah penyebab degradasi mutu
pendidikan di negeri ini.
Nasib pendidikan
Indonesia tidak ubahnya pelompat galah. Pada tahun 1950-an, mutu pendidikan
Indonesia masih sama dengan Malaysia, bahkan Indonesia yang mengajari Malaysia.
Belakangan, kemampuan Malaysia semakin meningkat. Sementara Indonesia, karena
tidak bisa melompati galah, justru galahnya diturunkan, bukan latihannya yang
ditingkatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar