Rabu, 02 Juli 2014

Ujian Nasional, Cermin Pendidikan Kita



Catatan saya kali ini sengaja mengambil dari artikel Bapak HM. Jusuf Kalla, mantan wakil presiden RI, yang dimuat sebuah media nasional pada tanggal 2 Mei. Judul asli tulisan ini adalah "Ujian Nasional". Saya merasa perlu mengangkat tulisan ini sebagai "kelanjutan" dari catatan saya sebelumnya bertajuk "Sukses UAN Tanpa Stress", sebagai ikhtiar untuk introspeksi dan berbenah. Amburadulnya pendidikan 

kita salah satunya tercermin dari kepanikan menghadapi UAN. Dalam hal ini yang perlu dilakukan bukan menghapus UAN, tetapi membenahi mutu pembelajaran dan pendidikan di sekolah kita.

Jika anak memang kompeten, apa yang harus mereka takuti dari UAN? Tapi jika sekolah-sekolah kita tidak membangun kompetensi, mereka hanya sibuk melatih siswa mengerjakan soal. Ini yang bikin stress. Dan ini merupakan konsekuensi dari kemalasan guru untuk belajar dan berserius mengajar.

Saya berusaha untuk menulis --semoga Allah Ta'ala mudahkan-- catatan sederhana tentang 3 Jalan Meraih Sukses. Semoga dapat menjadi bahan renungan sederhana untuk berbenah.

Sejenak, marilah kita baca artikel Pak JK berikut ini. Akan lebih baik jika Anda sempatkan waktu untuk membaca kembali berbagai buku karya Marzano tentang penting standar mutu pendidikan. Salah satunya, untuk skala pembelajaran di kelas, buku bertajuk Making Standards Useful in the Classroom perlu Anda baca.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar